Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam dalam Pembentukan Karakter Anti-Bullying Siswa SMP Negeri 29 Buton

Penulis

  • Foni Sipala Universitas Muhammadiyah Buton
  • Abdul Rahim Universitas Muhammadiyah Buton
  • Jufri Universitas Muhammadiyah Buton

Abstrak

Penelitian ini membahas persoalan meningkatnya praktik perundungan (bullying) di lingkungan sekolah yang berdampak pada rasa aman, martabat, dan perkembangan psikososial peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses internalisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter anti-bullying serta mengkaji peran guru PAI di SMP Negeri 29 Buton. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru PAI dan siswa, observasi pembelajaran serta interaksi sosial di sekolah, dan dokumentasi program keagamaan serta tata tertib sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai PAI berlangsung secara sistematis melalui tahap transformasi nilai (penanaman pemahaman akhlak), transaksi nilai (dialog dan pengaitan materi dengan fenomena bullying), hingga internalisasi (pengamalan nilai menjadi kebiasaan). Proses ini diperkuat oleh pembelajaran PAI yang kontekstual dan partisipatif (diskusi, refleksi akhlak, media edukatif), pembiasaan religius dan sosial (doa bersama, budaya 5S, antre, gotong royong, pesantren kilat, pembinaan Ramadan), serta penegakan tata tertib berbasis pembinaan moral. Guru PAI berperan strategis sebagai pendidik nilai, teladan, pembimbing, dan pembina yang mengedepankan pendekatan edukatif. Penelitian ini menegaskan bahwa sinergi pembelajaran, keteladanan, dan budaya sekolah efektif menumbuhkan karakter anti-bullying.

Biografi Penulis

Foni Sipala, Universitas Muhammadiyah Buton

Penelitian ini membahas persoalan meningkatnya praktik perundungan (bullying) di lingkungan sekolah yang berdampak pada rasa aman, martabat, dan perkembangan psikososial peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses internalisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter anti-bullying serta mengkaji peran guru PAI di SMP Negeri 29 Buton. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru PAI dan siswa, observasi pembelajaran serta interaksi sosial di sekolah, dan dokumentasi program keagamaan serta tata tertib sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai PAI berlangsung secara sistematis melalui tahap transformasi nilai (penanaman pemahaman akhlak), transaksi nilai (dialog dan pengaitan materi dengan fenomena bullying), hingga internalisasi (pengamalan nilai menjadi kebiasaan). Proses ini diperkuat oleh pembelajaran PAI yang kontekstual dan partisipatif (diskusi, refleksi akhlak, media edukatif), pembiasaan religius dan sosial (doa bersama, budaya 5S, antre, gotong royong, pesantren kilat, pembinaan Ramadan), serta penegakan tata tertib berbasis pembinaan moral. Guru PAI berperan strategis sebagai pendidik nilai, teladan, pembimbing, dan pembina yang mengedepankan pendekatan edukatif. Penelitian ini menegaskan bahwa sinergi pembelajaran, keteladanan, dan budaya sekolah efektif menumbuhkan karakter anti-bullying.

Abdul Rahim, Universitas Muhammadiyah Buton

Penelitian ini membahas persoalan meningkatnya praktik perundungan (bullying) di lingkungan sekolah yang berdampak pada rasa aman, martabat, dan perkembangan psikososial peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses internalisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter anti-bullying serta mengkaji peran guru PAI di SMP Negeri 29 Buton. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru PAI dan siswa, observasi pembelajaran serta interaksi sosial di sekolah, dan dokumentasi program keagamaan serta tata tertib sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai PAI berlangsung secara sistematis melalui tahap transformasi nilai (penanaman pemahaman akhlak), transaksi nilai (dialog dan pengaitan materi dengan fenomena bullying), hingga internalisasi (pengamalan nilai menjadi kebiasaan). Proses ini diperkuat oleh pembelajaran PAI yang kontekstual dan partisipatif (diskusi, refleksi akhlak, media edukatif), pembiasaan religius dan sosial (doa bersama, budaya 5S, antre, gotong royong, pesantren kilat, pembinaan Ramadan), serta penegakan tata tertib berbasis pembinaan moral. Guru PAI berperan strategis sebagai pendidik nilai, teladan, pembimbing, dan pembina yang mengedepankan pendekatan edukatif. Penelitian ini menegaskan bahwa sinergi pembelajaran, keteladanan, dan budaya sekolah efektif menumbuhkan karakter anti-bullying.

Jufri, Universitas Muhammadiyah Buton

Penelitian ini membahas persoalan meningkatnya praktik perundungan (bullying) di lingkungan sekolah yang berdampak pada rasa aman, martabat, dan perkembangan psikososial peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses internalisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter anti-bullying serta mengkaji peran guru PAI di SMP Negeri 29 Buton. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru PAI dan siswa, observasi pembelajaran serta interaksi sosial di sekolah, dan dokumentasi program keagamaan serta tata tertib sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai PAI berlangsung secara sistematis melalui tahap transformasi nilai (penanaman pemahaman akhlak), transaksi nilai (dialog dan pengaitan materi dengan fenomena bullying), hingga internalisasi (pengamalan nilai menjadi kebiasaan). Proses ini diperkuat oleh pembelajaran PAI yang kontekstual dan partisipatif (diskusi, refleksi akhlak, media edukatif), pembiasaan religius dan sosial (doa bersama, budaya 5S, antre, gotong royong, pesantren kilat, pembinaan Ramadan), serta penegakan tata tertib berbasis pembinaan moral. Guru PAI berperan strategis sebagai pendidik nilai, teladan, pembimbing, dan pembina yang mengedepankan pendekatan edukatif. Penelitian ini menegaskan bahwa sinergi pembelajaran, keteladanan, dan budaya sekolah efektif menumbuhkan karakter anti-bullying.

Referensi

A’yun, Q., Awalluddin, & Hasan, A. M. (2024). Optimizing Digital Pedagogy in Education: Exploring Human Resource Management Approaches. Mimbar Ilmu. Retrieved from https://api.semanticscholar.org/CorpusId:277170267

Alawiyah, S., Hasyati, F., Isti, D., Iswanto, T., & Arrafai, D. F. (2025). . (1997), 10296–10307.

Anugerah, R. B., Nurul, M. A., Sragen, H., Kajian, J., Islam, K., Bagus, R., & Pendahuluan, A. (2023). Transformasi Madrasah dalam Menghadapi Tantangan di Era Society 5.0. At-Tarbawi: Jurnal Kajian Kependidikan Islam. Retrieved from https://api.semanticscholar.org/CorpusId:267104486

Azis, Z., Harahap, T. H., Dachi, S. W., Jurnal, M., & Masyarakat, P. (2022). INTERAKTIF BERBASIS WEB DAN PENERAPANNYA DALAM MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DI SMP MUHAMMADIYAH 01 MEDAN 5(1), 604–608.

Buton, M., Baca, P., & Baca, M. (2025). Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sosial dan Humaniora Penguatan Literasi Bahasa Indonesia Bagi Remaja melalui Program Pojok Baca di Sekolah. 4(1), 26–34. https://doi.org/10.55123/abdisoshum.v4i1.4962

Fathanah, I., Hanifa, Z. A., Husein, A., Munawar, A., Sauri, S., Indonesia, U. P., … Nasional, P. (2025). PERAN GURU DALAM MENJAGA PENDIDIKAN NASIONAL. 11(1), 55–63.

Firdaus, E., Andrikasmi, S., Hermita, N., & Wijaya, T. T. (2025). Investigating factors influencing bullying behavior reduction and gender differences in higher education: A structural equation modeling approach. Acta Psychologica, 253(August 2024), 104747. https://doi.org/10.1016/j.actpsy.2025.104747

Halil Hidayatur Ramadhan, & Jupriani Jupriani. (2023). Analisis Semiotika Terhadap Fenomena Bullying Dalam Animasi “A Silent Voice.” Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain Dan Media, 2(2), 80–89. https://doi.org/10.55606/jurrsendem.v2i2.1568

Herliani, N., Maulana, F. R., & Wardana, D. (2024). Pemanfaatan Media Digital sebagai Media Edukasi Anti Perundungan di SDN Lontar Baru Kota Serang. Jurnal Simki Pedagogia, 7(2), 540–553. https://doi.org/10.29407/jsp.v7i2.810

Horton, P., Forsberg, C., & Thornberg, R. (2024). The caring adult role: ethical reflections from an ethnographic study of school bullying. Ethnography and Education, 20(1), 1–15. https://doi.org/10.1080/17457823.2024.2437013

Jufri; Ode, L., Djalia, S., Ramadhan, A. F., & Khatimah, N. (2025). Educating Early Childhood Prayer Procedures Through ChatGPT-Based Interactive Media with Studio Ghibli Style Visuals. 7(1).

Jufri. (2024). Pengembangan Teknologi Pembelajaran Interaktif Berbasis Video Animasi pada Pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar. 4, 416–432.

Jufri, Rahim, A., Ode, L., Djalia, S., Jusu, L., Alfaharizman, M., & Nikmat, A. (2024). Sosialisasi Anti Bullying Melalui Media Animasi sebagai Upaya Edukasi dan Pencegahan Dikalangan Pelajar. 2(2), 41–51.

Roll, I., & Wylie, R. (2016). Evolution and Revolution in Artificial Intelligence in Education. International Journal of Artificial Intelligence in Education, 26(2), 582–599. https://doi.org/10.1007/s40593-016-0110-3

Saba, P., Qi, H., Saleem, A., Chen, I. J., Kausar, F. N., & Iqbal, M. F. (2023). Effects of Animated Movies on the Aggression and Behavior Performance of Primary School Students and Their Control Using a Cognitive Behavioral Anger-Control Training (CBACT) Program. Behavioral Sciences, 13(8). https://doi.org/10.3390/bs13080659

Siu, J. C. L. (2025). Bullying Victimization, Perceived School Safety, Attention to Social Cues of Threat, and Weapon Carrying to School: A Moderated Serial Mediation Model. Victims and Offenders, 00(00), 1–18. https://doi.org/10.1080/15564886.2025.2449917

Wong, G. K. W., Ma, X., Dillenbourg, P., & Huen, J. (2020). Broadening artificial intelligence education in K-12: Where to start? ACM Inroads, 11(1), 20–29. https://doi.org/10.1145/3381884

Diterbitkan

2026-04-12

Cara Mengutip

Foni Sipala, Abdul Rahim, & Jufri. (2026). Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam dalam Pembentukan Karakter Anti-Bullying Siswa SMP Negeri 29 Buton. Tarbiyah Bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama Dan Sains, 10(1). Diambil dari https://ejurnal.stita.ac.id/index.php/TBQ/article/view/542