Hukum Menikah dalam Masa Idah Perspektif M. Ali Al-Shabuni (Telaah Penafsiran Al-Baqarah Ayat 228 dalam Tafsir Rawai’ al-Bayan fi Tafsir Ahkam al-Qur’an)

Authors

  • Siti Khoirun Nisa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
  • Rizka Azkia Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
  • Shellen Salsabilla Amilya Firdaus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
  • Abd. Kholid Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Keywords:

Masa Idah, Pernikahan, Ali Ash-Shabuni, Tafsir Rawā’i‘ Al-Bayān, Hukum Islam

Abstract

Penelitian ini membahas hukum melaksanakan pernikahan dalam masa idah berdasarkan perspektif Tafsir Rawā’i‘ al-Bayān fī Tafsīr Āyāt al-Aḥkām karya Ali Ash-Shabuni. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya perbedaan pemahaman dan praktik di tengah masyarakat mengenai ketentuan hukum pernikahan selama masa idah, sehingga diperlukan kajian yang mendalam berdasarkan penafsiran ulama yang otoritatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pandangan Ali Ash-Shabuni mengenai hukum pernikahan dalam masa idah serta menjelaskan dasar-dasar hukum yang menjadi landasan penafsirannya terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan masa idah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui kajian terhadap kitab Tafsir Rawā’i‘ al-Bayān, didukung oleh berbagai literatur tafsir, fikih, hadis, dan sumber ilmiah lainnya yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan metode deskriptif-analitis dengan menelaah isi dan argumentasi hukum yang dikemukakan oleh Ali Ash-Shabuni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Ali Ash-Shabuni, melangsungkan pernikahan dengan perempuan yang masih berada dalam masa idah hukumnya haram dan tidak dibenarkan menurut syariat Islam. Ketentuan tersebut bertujuan untuk menjaga kejelasan nasab, melindungi hak-hak perempuan, menghindari terjadinya pencampuran keturunan, serta mewujudkan kemaslahatan dalam kehidupan berkeluarga. Penelitian ini menegaskan bahwa kepatuhan terhadap aturan masa idah merupakan bagian penting dari implementasi hukum Islam dalam menjaga ketertiban, keadilan, dan kehormatan institusi pernikahan.

References

Al-Bujairamy, Sulaiman. “Al-Bujairamy ‘ala al-Khatib” Beirut-Lebanon: Dar al-Kotob al-Ilmiyah, 1996.

Al-Bajuri, Ahmad. “Hashiyah al-Bajuri ‘ala Sharh al-‘Alamah ibn Qasim al-Ghazi” vol.3 Jeddah: Daar al-Manahij, 2016.

Ash Shabuni, Muhammad Ali. “Rowaai’u al-Bayaan Tafsiru Ayaati al-Ahkaami min al-Qur’an,” 1980.

Ash-Shabuni, Muhammad Ali. “Shafwatut Tafasir.” Internet Archive. Diakses 7 Desember 2024. https://archive.org/details/Safwattafasir.

Al-Shafi’i, Muhammad bin Idris. "Al-Umm" vol.6 Dar al-Wafa: 2001.

Badriyah, Laila. “Kajian Terhadap Tafsir Rawa’i al-Bayan: Tafsir Ayat Al-Ahkam Min al-Qur’an Muhammad Ali Ash-Shabuni.” Jurnal Pendidikan dan Pranata Islam Syaikhuna Vol. 8, 2017.

“Iddah.” Dalam Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, 13 September 2024. https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Iddah&oldid=26287028.

Jamaluddin, Nanda Amalia. Buku Ajar Hukum Perkawinan. Sustainability (Switzerland). Faisal. Vol. 11. Sulawesi: Unjmal Press, t.t.

Jayusman, Jayusman, Efrinaldi Efrinaldi, Andi Eka Putra, Mahmudin Bunyamin, dan Habib Nur Faizi. “Perspektif Maslahah Mursalah Terhadap Pernikahan Suami Pada Masa Iddah Istri Pasca Surat Edaran DirjJen Bimas Islam Nomor: P-005/DJ.III/Hk.00.7/10/2021 Tentang Pernikahan Dalam Masa Iddah Istri.” El-Izdiwaj: Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law 3, no. 2 (2022): 39–55. https://doi.org/10.24042/el-izdiwaj.v3i2.14525.

“Menikah Sebelum Berakhirnya Masa Iddah Dari Suami Pertama, Bagaimanakah hukumnya ? - Soal Jawab Tentang Islam.” Diakses 5 Desember 2024. https://islamqa.info/id/answers/153793/menikah-sebelum-berakhirnya-masa-iddah-dari-suami-pertama-bagaimanakah-hukumnya.

Mu’allim, Much., dan Didin Baharuddin. “The Development of Tarji>h Method in Islamic Law: Tracing the Thoughts of Muh}ammad ‘Ali> al-S{a>bu>ni> in Rawa>i’ al-Baya>n.” ULUL ALBAB: Jurnal Studi Islam 23, no. 2 (24 Oktober 2022).

Moses Adeleke Adeoye, Ridho Kurniawan, & Rahaji Sinaga. (2026). The Impact of Low Parental Support on Students’ Learning Achievement and Emotional Condition. Zeniusi Journal, 3(1), 31-41. https://doi.org/10.70821/zj.v3i1.91

“Qur’an Kemenag.” Diakses 3 Desember 2024. https://quran.kemenag.go.id/quran/per-ayat/surah/2?from=235&to=286.

Razaq, Abdur, dan Andy Haryono. “Analisis Metode Tafsir Muhammad Ash-Shabuni dalam Kitab rawaiu al-Bayan.” Jurnal Wardah, 1, 18 (2017).

Samaroh Hasibuan. (2026). Implementation of Quranic Recitation at Morning Assembly to Improve Quran Memorization of Students at MTs Nur Ibrahimy Rantauprapat Labuhanbatu Regency. Zeniusi Journal, 3(1), 92-104. https://doi.org/10.70821/zj.v3i1.96

Syafril, dan Fiddian Khairudin. “PARADIGMA TAFSIR AHKAM KONTEMPORER Studi Kitab Rawai’u al-Bayan Karya ‘Ali al-Shabuniy.” Syahadah: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Keislaman 5, no. 1 (16 Desember 2017): 107–30. https://doi.org/10.32520/syhd.v5i1.129.

Suhardi, Fatimah Purba, Leli Hasanah Lubis, Irhamuddin, & Rokiba Hasibuan. (2026). The Relevance of Educational Hadiths to Strengthening Student Character in the Digital Era. Zeniusi Journal, 3(1), 21-30. https://doi.org/10.70821/zj.v3i1.88

“Tafsir surat Al-Baqarah ayat 235 | Wa La Junaha Alaykum Fima Arrađtum

Downloads

Published

07-08-2026

How to Cite

Siti Khoirun Nisa, Rizka Azkia, Shellen Salsabilla Amilya Firdaus, & Abd. Kholid. (2026). Hukum Menikah dalam Masa Idah Perspektif M. Ali Al-Shabuni (Telaah Penafsiran Al-Baqarah Ayat 228 dalam Tafsir Rawai’ al-Bayan fi Tafsir Ahkam al-Qur’an). Tarbiyah Bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama Dan Sains, 10(2). Retrieved from https://ejurnal.stita.ac.id/index.php/TBQ/article/view/339